Memperingati Hari Maulid Nabi, Sedekah Bumi di Dusun Badu Desa Badurame Turi Berjalan Hikmat

Berita, Ekonomi, Ragam532 Dilihat

Lamongan, Deteksipost.id – Tradisi Sedekah Bumi Dirayakan dengan meriah dan hikmat di Dusun Badu, Desa Badurame, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan.

Tradisi ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat desa dan menjadi simbol rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah, kedamaian dan kesejahteraan masyarakat desa. Kamis 04 September 2025.

Tradisi sedekah bumi ini di hadiri oleh BPD beserta anggota seluruh perangkat desa, dengan antusian dan kompaknya masyarakat desa badu berdatangan di lokasi sedekah bumi. Tradisi sedekah Bumi (Nyadran) Desa Badu, yang di ikuti seluruh masyarakat desa badu dengan antusias dan kompak.

Warga masyarakat membawa berbagai hasil bumi seperti hasil pertanian, buah-buahan, dan makanan tradisional untuk di santap Bersama-sama sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Mereka, Masyarakat desa badu berjalan bersama untuk datang ke lokasi dengan membawa tampah berisi beberapa makanan, hasil bumi desa.

Dalam acara tersebut, masyarakat desa berkumpul untuk melakukan doa bersama yang dipimpin oleh para sesepuh desa, Tokoh masyarakat.

Acara ini juga dalam rangka memperingati hari besar Maulid Nabi SAW 12 rabiul awal 1447 Hijriyah atau 5 September 2025.

Aan Hadi Saputro sebagai kepala dusun mengatakan, “Acara ini rutin tiap tahun dan Alhamdulillah masyarakat desa badu yang datang sekitar 400-500 orang. Kebanyakan seperti hari raya malah lebih banyak pada waktu sedekah bumi karena sanak saudara yang dulu pernah tinggal di badu bisa hadir,” terang kasun.

Selain itu, Kepala dusun mengatakan bahwa tradisi Sedekah Bumi ini sangat penting untuk dilestarikan karena menjadi bagian dari identitas dan budaya masyarakat desa, jawa.

“Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol rasa syukur, tetapi juga sebagai ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar warga masyarakat sedesa,” ujarnya.

Tradisi Sedekah Bumi ini harus terus dilestarikan dan menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk menjaga kerukunan, silaturahmi dan melestarikan budaya dan tradisi leluhur, rela berkorban, gotong royong, dan saling membantu.

“Sedekah bumi pasti paskah panen, Panen itu tidak menentu bebarengan dengan panen yang lain otomatis akan pulang untuk sedekah bumi,” tutup Aan hadi Saputro.

Harapannya tradisi sedekah bumi terus meriah di generasi selanjutnya juga menjadi semangat pemersatu bangsa, baik generasi tua atau para pemuda dan seluruh masyarakat desa badu, Turi. (Red)

 

Editor: Ferry Fadli

Jurnalis: Tondo Abid (Jurnalis Deteksi)