LAMONGAN, Deteksipost.id – Puluhan anggota Forum Aliansi Masyarakat Lamongan (Formal) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor BFI Finance Cabang Lamongan, Selasa (2/6/2026). Massa menuntut kejelasan terkait dugaan penyebaran data nasabah kepada pihak lain serta pengembalian Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) milik sejumlah konsumen yang disebut telah melunasi kewajiban kreditnya.
Aksi yang dipimpin Ketua Formal Muklas. berlangsung sejak siang hari dengan menggunakan mobil komando dan pengeras suara. Para peserta aksi juga membawa sejumlah poster berisi kritik dan tuntutan kepada perusahaan pembiayaan tersebut.
Dalam orasinya, muklas menyampaikan bahwa pihaknya menerima berbagai pengaduan dari masyarakat terkait dugaan penyebaran data pribadi nasabah kepada pihak lain atau mitra perusahaan. Menurutnya, persoalan tersebut perlu mendapatkan perhatian karena menyangkut perlindungan data pribadi dan hak konsumen.
Selain itu, massa juga mempertanyakan proses pengembalian BPKB kendaraan yang dijaminkan dalam perjanjian pembiayaan. Mereka menilai terdapat sejumlah konsumen yang belum menerima BPKB meskipun seluruh angsuran telah dinyatakan lunas.
Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Ratusan personel Polres Lamongan diterjunkan untuk mengamankan jalannya demonstrasi dan memastikan kegiatan penyampaian pendapat berlangsung tertib.
Di tengah aksi, perwakilan manajemen BFI Finance menemui massa untuk mendengarkan tuntutan yang disampaikan. Pertemuan di depan kantor perusahaan, sempat diwarnai perdebatan antara kedua belah pihak terkait isi perjanjian pembiayaan yang menurut massa aksi diduga tidak sejalan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai jaminan fidusia dan perlindungan konsumen.
Perdebatan berlangsung cukup alot karena masing-masing pihak mempertahankan argumentasinya. Massa aksi meminta perusahaan memberikan kepastian mengenai status BPKB yang belum diserahkan kepada konsumen yang telah menyelesaikan kewajibannya.
Karena dialog terbuka tidak menghasilkan kesepahaman, pihak perusahaan kemudian mengundang sejumlah perwakilan demonstran untuk melakukan mediasi di dalam kantor BFI Finance.
Mediasi berlangsung selama beberapa waktu dengan difasilitasi aparat keamanan. Namun hingga aksi berakhir, kedua belah pihak belum mencapai kesepakatan terkait tuntutan yang disampaikan massa.
“Kami akan terus memperjuangkan hak-hak konsumen. Jika belum ada penyelesaian, kami akan kembali melakukan aksi sampai BPKB yang telah lunas dikembalikan kepada pemilik sahnya,” katanya.
Meski berlangsung cukup lama dan diwarnai adu argumentasi, aksi demonstrasi berjalan aman dan kondusif di bawah pengawasan aparat kepolisian.
Hingga berita ini ditulis, pihak BFI Finance belum memberikan keterangan resmi kepada media terkait tuntutan yang disampaikan massa aksi. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak perusahaan guna memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.
Editor : Lilis Suganda
Sumber : Pak Slamet ( LIRA )
