LAMONGAN, Deteksipost.id.-Kurs dolar Amerika Serikat yang menembus Rp 18.000 per 4 Juni 2026 menimbulkan dampak serius bagi perekonomian nasional, khususnya sektor industri yang masih mengandalkan impor. Salah satunya adalah industri besi dan baja, yang kini dihantam lonjakan harga bahan baku.
Pradita Aditya, CEO Duta Merpati, perusahaan pemasok baja asal Lamongan, mengatakan, “Kenaikan dolar berdampak sistemik. Produksi domestik belum mencukupi kebutuhan nasional, sehingga kita masih sangat bergantung pada impor.” ujarnya. Jumat (5/6/2026)
Para pelaku usaha menilai kebijakan membuka ruang impor oleh Kementerian Perindustrian dan Perdagangan tidak terhindarkan. Namun, tekanan biaya impor yang semakin tinggi menimbulkan ancaman kenaikan harga secara menyeluruh, menekan daya beli, dan memperburuk kondisi ekonomi nasional.
Editor : Lilis Suganda
Sumber : Ahmad Mundik
