SUKODADI, LAMONGAN | Deteksipost.Id – Guna memperkuat ideologi dan kapasitas kepemimpinan di tingkat akar rumput, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Sukodadi menggelar Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PDPKP NU) Angkatan 34. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Gempolgedangan, Kecamatan Sukodadi, Lamongan.
Pelatihan kaderisasi wajib ini berlangsung selama tiga hari penuh, mulai Jumat hingga Minggu, 26–28 Juni 2026. Berada di bawah naungan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Babat, kegiatan ini dipandu langsung oleh tim Instruktur profesional dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.
Antusiasme Tinggi: Diikuti 146 Peserta
Kegiatan PDPKP NU Angkatan 34 ini mendapat respons yang sangat luar biasa dari warga Nahdliyin di wilayah Sukodadi. Tercatat sebanyak 146 peserta dinyatakan lolos dan mengikuti seluruh rangkaian pengkaderan dengan antusias.
Komposisi peserta terdiri dari:
-
Pengurus Ranting NU: Utusan resmi dari seluruh Ranting NU se-Kecamatan Sukodadi.
-
Pendidik: Para guru madrasah yang bernaung di bawah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU se-Kecamatan Sukodadi.
Fokus Penguatan Ideologi dan Organisasi
Selama tiga hari, para peserta digembleng dengan berbagai materi strategis, mulai dari pendalaman akidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah, keorganisasian, wawasan kebangsaan, hingga strategi penggerakan masyarakat. Kehadiran Instruktur PWNU Jatim memastikan standarisasi materi dan kedisiplinan yang tinggi agar melahirkan kader yang militan dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ketua MWC NU Sukodadi menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan investasi jangka panjang untuk memastikan roda organisasi NU di tingkat ranting dan lembaga pendidikan berjalan dengan satu komando yang jelas.
“Melalui PDPKP NU ini, kita berharap para pengurus ranting makin kokoh mengawal jemaah, dan para guru Ma’arif bisa menanamkan nilai-nilai Islam ramah khas NU kepada generasi penerus dengan lebih terstruktur,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Dengan selesainya Angkatan 34 ini, diharapkan 146 kader penggerak yang baru saja dibaiat mampu menjadi motor penggerak kemandirian umat, benteng aswaja, serta perekat sosial di lingkungan tempat tinggal dan madrasah masing-masing.
Red. dan Rep. Faisal NC
