LAMONGAN | Deteksipost.id — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar momentum bersejarah dalam dinamika gerakan mahasiswa di Kabupaten Lamongan melalui agenda Pelantikan HMI Komisariat (P) Universitas Islam Darul ‘Ulum (UNISDA) sekaligus Pembukaan Basic Training (Latihan Kader I) HMI Komisariat Agrobis. Kegiatan bernilai strategis dalam proses pembinaan dan kaderisasi ini berpusat di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Lamongan selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (9–11 Oktober 2026).
Mengusung tema “Terbinanya Kepribadian Muslim yang Berkualitas Akademis, Sadar Akan Fungsi dan Perannya Dalam Berorganisasi Serta Hak dan Kewajiban Sebagai Kader Umat dan Kader Bangsa”, forum ini dirancang sebagai kawah candradimuka untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan keorganisasian secara mendalam kepada para peserta.
Sebanyak kurang lebih 50 peserta antusias mengikuti jalannya prosesi pelantikan pengurus baru serta pembukaan pelatihan kaderisasi tingkat dasar ini. Kehadiran puluhan mahasiswa tersebut menjadi bukti kuatnya komitmen generasi muda dalam mengasah kepemimpinan dan nalar kritis di tengah dinamika tantangan zaman.
Pembukaan acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran tamu undangan penting dari instansi pemerintah, alumni, hingga keterwakilan organisasi mahasiswa di lingkungan kampus. Turut hadir memberi dukungan secara langsung:
-
Sekretaris Dinas Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Lamongan
-
Ketua Umum HMI Cabang Lamongan beserta jajaran pengurus cabang
-
Perwakilan Pengurus Korps Alumni HMI (KAHMI) Lamongan
-
Perwakilan Pengurus Komisariat PMII UNISDA
-
Perwakilan Pengurus Komisariat GMNI UNISDA
Sinergi dan kehadiran jajaran organisasi kemahasiswaan eksternal kampus seperti PMII dan GMNI UNISDA mencerminkan iklim konsolidasi yang sejuk, dewasa, serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan antar-gerakan di lingkungan mahasiswa UNISDA.
Dalam sambutannya, pihak pengurus menegaskan bahwa agenda Basic Training (LK-1) bukan sekadar forum seremoni tahunan semata, melainkan pijakan awal transformasi kepribadian mahasiswa. Melalui kurikulum perkaderan yang terstruktur, para peserta diharapkan mampu memadukan kecerdasan intelektual-akademis dengan moralitas keislaman, serta memahami tanggung jawab sosial sebagai kader umat sekaligus kader bangsa.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga 11 Oktober 2026 ini diisi dengan pemaparan materi keagamaan, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, hingga diskusi interaktif untuk membentuk karakter kader HMI yang kritis, solutif, dan berintegritas tinggi.
Rep & Red. Faisal NC
