Lamongan, Deteksipost.id – Kamis, 17 Juli 2025 Tim Jurnalis Deteksi mengunjungi SMA Negeri 1 Kembangbahu yang dinobatkan menjadi salah satu peserta Program SMA Dual Track (SMA DT) sejak 6 tahun lalu. Memasuki tahun ke-7, Sekolah Menengah Aras yang berada di Selatan Kota Lamongan terus melanjutkan sebagai peserta program dengan konsisten yang terbaik dilakukannya.
Pada tahun 2025 ini, SMA N 1 Kembangbahu mengikuti 2 ketrampilan yang diajarkan kepada 10 Kelompok Usaha Sekolah (KUS) yakni 5 Tata Boga dan 5 Fotografi yang disesuaikan dengan minat bakat dan kemampuan siswa-siswi SMA N 1 Kembangbahu ini. Lanjut target yang ditetapkan untuk diraih yakni Rp 30 juta pertahun untuk fotografi. Bukan tanpa alasan apapun, pada tahun lalu dari fotografi bisa menyabet omset Rp 20 jutaan dalam setahun. Angka yang lumayan untuk hasil fotografi tingkat KUS.
Mengacu pada hasil itu, tahun ini KUS fotografi telah merancang strategi untuk mendapatkan omset yang lebih besar. Selain lebih menajamkan ketrampilan, juga lebih sering untuk menawarkan jasa kepada sekolah, komunitas, event lokal bahkan instansi terdekat. Bapak Abdul Rozak sebagai fasilitator program, mengatakan tiap tahun omset meningkat. Khususnya fotografi sudah berani terjun ke sekolah-sekolah lain untuk menawarkan kerjasama pemfotografian dalam segalah kegiatan yg kata lain yakni ngejob. Untuk tata boga biasanya buka stand jika ada kegiatan. Omset nya juga tidak begitu kalah jauh dr hasil fotografi.

“Alhamdulillah dari tahun ke tahun omset naik, khususnya fotografi. Di fotografi sudah langsung terjun ke lembaga setingkat SD dan SMP untuk MoU. Di tata boga kami langsung buka stand saat ada kegiatan seperti perkemahan dan ramadan,” ujarnya. Hal senada disampaikan Bapak Tony Purwanto sebagai trainer fotografi. Hasil baik makin terlihat di 5 KUS fotografi. Awal program yang hanya mempunyai 1 kamera kini makin bertambah banyak, hasil dari project yang meningkat.
“Project makin bertambah. Dengan hasil dari project tersebut kami bisa menambah alat, studio, video booth 360 dan drone,” tutur trainer yang sudah menangani KUS fotografi selama 4 tahun. Tidak jauh dari fotografi, omset tata boga mencapai Rp 15 juta di tahun sebelumnya, dan terus naik di tahun 2025. Program SMA DT menjadi program berkelanjutan di Jawa Timur yang digelar oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS).
Editor: Faisal Nur Cahyo
Sumber: Ahmad Mundik (Jurnalis Deteksi)


