Tradisi Udik – Udikan Dan Sedekah Bumi Dusun Badu Desa Badurame Turi Lamongan

Daerah, Peristiwa221 Dilihat

Lamongan, Deteksipost.id – Jum’at, 5 September 2025. Tradisi udik – udikan dan sedekah Bumi Dirayakan dengan meriah dan hikmat di Desa Badu, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan.

Tradisi udik – udikan berbagi rezeki dengan cara menyebarkan uang pecahan (koin atau uang kertas) dan kadang dicampur dengan beras kuning serta bunga ke kerumunan orang.

Udik-udik juga menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan dalam lingkungan masyarakat.

Aan Hadi Saputro sebagai kepala dusun mengatakan, “Jumlah yang di keluarkan tokoh masyarakat yang turut serta berbagi hasil lebih dari 10 juta. Tentunya masyarakat luar juga diperbolehkan ikut serta dalam udik – udikan, Biasanya saat syukuran kelahiran, pernikahan, khitanan, atau selamatan rumah,” Ujarnya

Tradisi ini merupakan upaya warga untuk bersedekah dan berbagi rezeki kepada sesama, terutama kepada yang membutuhkan atau pada saat-saat penting dalam kehidupan.

Salah satu warga mengatakan, “merupakan bentuk kebiasaan turun-temurun yang diwariskan oleh nenek moyang sebagai upaya untuk gemar bersedekah dan melestarikan budaya,” Ujar paksu (55).

Tradisi ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat desa dan menjadi simbol rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah, kedamaian dan kesejahteraan masyarakat desa.

Tradisi udik – udikan ini di hadiri oleh Kepala Desa, BPD beserta anggota seluruh perangkat desa, dengan antusias dan kompaknya masyarakat desa badu berdatangan di lokasi sedekah bumi. Tradisi udik – udikan dan sedekah Bumi (Nyadran) Desa Badu, yang di ikuti seluruh masyarakat desa badu dengan antusias dan kompak.

Warga masyarakat membawa berbagai hasil bumi seperti hasil pertanian, buah-buahan, dan makanan tradisional untuk di santap Bersama-sama sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam acara tersebut, masyarakat desa berkumpul untuk melakukan doa bersama yang dipimpin oleh para sesepuh desa, Tokoh masyarakat.

Harapannya tradisi sedekah bumi terus meriah di generasi selanjutnya juga menjadi semangat pemersatu bangsa, baik generasi tua atau para pemuda dan seluruh masyarakat desa badu, Turi.

Sumber: Tondo Abid Choironi (Jurnalis Deteksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *