Rupiah Ambruk, Harga Besi dan Baja Meroket di Lamongan

Uncategorized4 Dilihat

LAMONGAN, Deteksipost.id.-Kurs dolar Amerika Serikat yang menembus Rp 18.000 per 4 Juni 2026 menimbulkan dampak serius bagi perekonomian nasional, khususnya sektor industri yang masih mengandalkan impor. Salah satunya adalah industri besi dan baja, yang kini dihantam lonjakan harga bahan baku.

Pradita Aditya, CEO Duta Merpati, perusahaan pemasok baja asal Lamongan, mengatakan, “Kenaikan dolar berdampak sistemik. Produksi domestik belum mencukupi kebutuhan nasional, sehingga kita masih sangat bergantung pada impor.” ujarnya. Jumat (5/6/2026)

Mayoritas pasokan baja, sekitar 90 persen, berasal dari Tiongkok dan transaksinya menggunakan dolar AS. Akibatnya, harga produk besi pun melonjak drastis. Komoditas koil, misalnya, sebelumnya dibanderol Rp 14.500–15.500 per kilogram, kini menembus Rp 18.000–20.000 per kilogram. “Kenaikan ini cukup signifikan dan berdampak langsung ke pasar. Kami berharap permintaan tetap stabil agar perekonomian tidak terguncang lebih parah,” tambah Pradita.

Para pelaku usaha menilai kebijakan membuka ruang impor oleh Kementerian Perindustrian dan Perdagangan tidak terhindarkan. Namun, tekanan biaya impor yang semakin tinggi menimbulkan ancaman kenaikan harga secara menyeluruh, menekan daya beli, dan memperburuk kondisi ekonomi nasional.

 

 

Editor : Lilis Suganda

Sumber : Ahmad Mundik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *