Lamongan, Deteksipost.id – Aktivis sekaligus Akademisi, yakni Imam Syafi’i pria kelahiran asal Desa Botoputih Kecamatan Tikung, yang sekarang tinggal di Desa Sukodadi Kecamatan Sukodadi ini berpendapat sedikit terkait Peran Guru. “Ujung tombak dalam membentuk karakter bagi murid atau siswa, yakni dengan mengajar, mendidik, membimbing dan melatih, merupakan tugas seorang Guru. Tugas guru sangat mulia, karena mencerdaskan anak bangsa menjadi anak yang mempunyai kepribadian dan karakteristik yang positif, bahkan berdaya saing”. Ucapnya
Pria yang biasa di panggil ImSyaf, ini juga menuturkan bahwa ujung tombak terciptanya pengajaran yang baik, itu juga tidak lain yaitu merupakan peran seorang Guru, begitu mulianya Peran Guru. “Jadi tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa guru merupakan ujung tombak pembentukan karakter bagi anak. Peran guru sangat efektif dalam hal tersebut. Jadi saya setuju kalau kesejahteraan bagi guru harus diaplikasikan. Kalau guru honorer yang sudah mengabdi lama, bisa di angkat menjadi ASN, PPPK atau PNS, serta kalau guru swasta Non Honorer bisa Sertifikasi, contohnya yang sudah diimplementasikan oleh KEMENDIKBUD”. Imbuhnya.

ImSyaf yang dulunya juga pernah menjadi Aktivis di Ormas IPNU, GP Ansor dan kebetulan sekarang Akademisi, juga menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang menimpa Ibu Supriyani, yakni Guru Honorer di SDN 4 Baito Konawe Selatan. “Pada kasus-kasus yang sempat viral kemarin, yakni Ibu Supriyani, S.Pd, Guru honorer yang mengajar di SDN 4 Baito Konawe Selatan kemarin.
Beliau tersandung masalah seperti itu, banyak pihak bahkan se profesi guru juga ikut datang untuk memotivasi Bu Supriyani saat sidang, para Guru menyuarakan keprihatinan atas yang dialami Bu Supriyani. Tidak saya ceritakan panjang, karena pasti semua sudah mengetahui terkait kejadian yang dialami Bu Supriyani”. Tambahnya
Dengan background Pendidikan S2 Konsentrasi Administrasi dan Kebijakan Pendidikan, ImSyaf juga menyampaikan kesalutan kepada Bapak Prof Abdul Mu’ti, atas afirmasi yang diusahakan untuk Bu Supriyani. “Dari kejadian tersebut akhirnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan memberikan afirmasi kepada Bu Supriyani, yaitu akan bantu afirmasi untuk beliau agar bisa diterima sebagai Guru PPPK, kata Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti”. Pungkasnya
Red (FNC)


