Lamongan, Deteksipost.Id – Dalam upaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian warga binaan pemasyarakatan (WBP), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lamongan Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Jatim menggelar kegiatan Penyuluhan Padi Organik Varietas Unggul oleh Prof Hadi. Sabtu (13/07/2024).
Acara yang berlangsung di Aula Lapas Lamongan ini menghadirkan narasumber Prof. Hadi, seorang ahli pertanian, Turut Hadir Kepala Lapas (Kalapas) Lamongan,Mahrus,Kasi Binadik dan Giatja,Kasubsie Kegiatan Kerja beserta Staf kegiatan kerja dan diikuti oleh seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Pertanian Lapas Lamongan.
Para WBP tampak antusias mengikuti setiap penjelasan yang diberikan. Mereka diajarkan mulai dari persiapan lahan, syarat tanah yang subur, hingga kandungan apa saja yang ada dalam padi. Selain itu, Prof. Hadi juga berbagi tips mengenai Pengolahan tanah yang baik agar bisa menghasilkan tanaman yang bagus, sehingga bisa bermanfaat dan bisa labgsung praktekan para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lahan Pertanian Lapas Lamongan.
Prof Hadi juga menyampaikan berbagai teknik dan metode pertanian mulai dari dasar tentang bagaimana cara mengolah tanah yang baik, karena agar mendapatkan padi yang bagus dibutuhkan tanah yang subur “Sesuai dengan Al-Qur’an dalam surah Al-A’raf ayat 58 bahwasannya Tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur seizin Tuhannya. Adapun tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana, Jadi jika tanah itu subur,tidak perlu jarak tanam yang tepat, tidak perlu pupuk yang mahal, bibit yang bagus-bagus banget, hasilnya juga pasti bagus,” ujar Prof. Hadi.
Acara penyuluhan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab, dimana para WBP berkesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan Prof. Hadi mengenai berbagai permasalahan yang mungkin dihadapi dalam penanaman padi organik, karena untuk menanggulangi pupuk langkah.
Kalapas Lamongan, Mahrus, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan dan pemberdayaan bagi WBP. “Kami berharap melalui penyuluhan ini, para WBP dapat memiliki keterampilan baru yang berguna saat kembali ke masyarakat nanti. Selain itu, pengetahuan tentang pertanian organik dapat membantu mereka untuk memulai usaha tani yang berkelanjutan dan bisa menompang dalam pendapatan keluarga, sehingga bisa menanggulangi kegiatan kriminalitas lagi” Ungkap Mahrus.
Diharapkan dengan banyak ilmu baru tentang pertanian yang diperoleh, dapat mengembangkan metode penanaman padi organik varietas unggul di Lapas Lamongan yang merupakan inovasi unggulan di Lapas Lamongan dan bisa sebagai percontohan di Lapas lain.
Red. FNC


