Pangean Madura Lamongan, Deteksipost.Id – Rabu Pahing, 28 Agustus 2024 Kemerian peringatan hari kemerdekaan RI-49 tahun 2024 dirayakan dan disemarakan oleh peserta didik dari Lembaga Pendidikan yang berada dalam naungan YAYASAN HAYATUL ULUM Pangean Maduran Lamongan Jawa Timur.
Dengan mengusung Tema “KEBERAGAMAN BUDAYA”, Nampak penampilan peserta begitu berwarna dan beragam dengan kostum yang variasi mulai dari Keberagaman Pakaian Adat, Pakaian Profesi, dan kostum maskot kreasi para peserta.
Dalam sambutan pendeknya, Ibu Al Qomah, S.Ag selaku Kepala Madrasah Ibtidaiyah Hayatul Pangean menyampaikan bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar yang terdiri dari keberagaman Suku, Adat, Agama dan Ras yang mana juga memiliki keberagaman di segala aspek kehidupannya.

Dengan keberagaman tersebut, Lanjut Ibu Al Qomah, S.Ag, Kita sebagai bangsa yang besar patutnya bangga dan memiliki toleransi yang besar dalam menghadapi segala macam bentuk perbedaan karena para leluhur bangsa kita juga telah menanamkan semboyan bangsa “Bheneka Tunggal Ika” Berbeda-beda tetapi tetap satu jua, ditegaskan pula oleh Ibu Al Qomah, S.Ag bahwa keberagaman itu pula yang akan menjadi penggerak roda kemajuan bangsa dari berbagai bidang termasuk juga keberagaman profesi, dengan perbedaan kita bisa saling bahu membahu dan saling melengkapi serta saling bergotong royong sesuai dengan kemampuan dan porsi masing-masing, siapa pun kita, apa pun profesi kita, kita turut andil dalam kemajuan Bangsa Indonesia.
Keberagaman Profesi nampak pula ditampilkan oleh peserta karnaval, dengan gagah berseragam Tentara, Seragam Polisi, Seragam Dokter, bahkan ada pula yang berpakaian profesi Petani, yang ternyata dikenakan oleh salah satu guru Madrasah Ibtidaiyah Hayatul Ulum Pangean sekaligus waka Humasy Madrasah yakni Bapak Miftahuddin Arif, S.Sos di sela-sela obrolan beliau mengatakan bahwa profesi petani bukanlah hal yang memalukan untuk saat ini

Orang berpendidikan tidak perlu malu berprofesi sebagai petani, sarjana tidak perlu malu menjadi petani, “Jadilah Petani Tapi Petani yang Melek Teknologi”, Tegas beliau, beliau menyadari secara Geografis bangsa indonesia secara SDA (Sumberdaya Alam) sangat potensial di bidang pertanian, tinggal meningkatkan mutu SDM (Sumberdaya Manusia).
Upgrade skill dan peralatan pertanian serta dukungan pemerintah yang maksimal, beliau bercermin dan membandingkan pertanian di Indonesia dengan di Jepang, di Indonesia usia petani kita kisaran usia non produktif umur 40an ke atas dengan menggunakan alat seadanya dan mayoritas adalah alat tradisional, sedangkan di jepang banyak petani muda dengan teknologi yang canggih mengolah pertanian dengan mudah, tepat, dan efisien di sini lah peran seorang petani yang berpendidikan dan melek teknologi, bukan petani konvensional yang sudah sering kita lihat “gagal”.
Dengan adanya pertanian yang maju maka ketahanan pangan Bangsa Indonesia akan terjaga dan kemajuan bangsa akan tercapai, hal ini secara tidak langsung mencerminkan bahwa setiap warga Indonesia Memiliki peran penting dalam kemajuan bangsa Indonesia meskipun berprofesi sebagai seorang petani, setiap profesi memiliki andil dan peran yang sama sesuai dengan porsi dan bidangnya masing – masing dalam kehidupan bernegara.
Dalam pungkasan sambutannya Ibu Al Qomah, S.Pd menyampaikan pula bahwa menempuh pendidikan bukanlah untuk mencari Pekerjaan, Harta, maupun Tahta, mencari ilmu adalah kewajiban bagi kaum muslimin dan muslimat mulai dari alam kandungan sampai liang lahat, Ilmu adalah perantara manusia untuk berpikir, berprilaku dan berkarya dalam kehidupannya.
Sarjana menjadi petani, sarjana menjadi pedagang, sarjana menjadi apaupun itu bukan masalah yang penting semua profesi itu dilandasi dengan ilmu, tentunya segala sesuatu apabila dilandasi dengan ilmu akan berbeda jika tanpa dasar ilmu.
Searah dengan sambutan Ibu Kepala Madrasah, Bapak Khusnan Marzuki, S.Pd selaku waka kurikulum dan Ibu Nur Kholifah, S.s selaku waka kesiswaan saat diwawancarai menyampaikan pula bahwa landasan ilmu yang paling utama adalah ilmu Agama, maka dari itu Madrasah Ibtidaiyah Hayatul Ulum Pangean selaku fasilitator dan mediator pendidikan, menekankan dengan jelas keseimbangan Ilmu agama dan Ilmu Umum dalam proses belajar mengajar.
Madrasah Ibtidaiyah Hayatul Ulum Pangean memberikan nuansa baru dalam dunia pendidikan, dengan tenaga pendididik dan kependidikan yang memiliki kopetensi di bidangnya masing-masing, memiliki fasilitas yang mendukung dan memadahi menjadikan salah satu madrasah di kecamatan Maduran ini menjadi Madrasah yang dipertimbangkan dan sangat berkembang di wilayah kecamatan terdebut.
Dalam Ilmu umum, madrasah ini memiliki fasilitas Laboratorium Komputer yang sangan memadahi didukung dengan fasilitas Perpustakaan berstandart Nasional serta fasilitas-fasilitas penunjang yang lain termasuk adanya Mobil pengantar siswa.
Dalam ilmu Agama, madrasah Ibtidaiyah Hayatul Ulum Pangean memiliki program Tahfidz unggulan dengan harap bahwa setiap peserta didik yang lulus nanti sudah memiliki bekal hafalan Al-Qur’an minimal Juz-30 sudah khatam, adapun yang sudah khatam sebelum kelulusan akan dilanjutkan dengan hafalan surat – surat pendek yang lain. Red (Andik)



