Perayaan Nyepi Tahun 1947 Caka di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan

Lamongan, Deteksipost.id – Hari Jum’at 28 Maret 2025 telak terlaksananya Perayaan Nyepi Tahun 1947 Caka di Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur sangat menyita perhatian banyak pihak karena desa yang hanya berjarak kurang lebih lima kilometer dari pusat kota Soto ini dijuluki sebagai Desa Pancasila, atau Bali kecil karena keberagaman warganya yang memeluk tiga agama yakni Islam, Hindu dan Kristen, secara berdampingan dan berkeselarasan.

Di desa ini ada kurang lebih 55 KK atau 6 persen warga Hindu, 12 persen Kristen dan selebihnya adalah warga muslim (Islam). Ketiga agama inipun berada dalam bingkai kerukunan dan kebhinekaan dengan bukti rumah ibadahnya masjid, pura dan gereja dalam satu lingkungan yang berdekatan atau berdampingan, akan tetapi adanya jiwa persaudaraan antar agama sehingga selalu mengutamakan toleransi yg di milikinya.

Jelang hari Raya Nyepi tahun baru Saka 1947 umat Hindu harus melalui tahapan ritual, yakni upacara Melasti yang di pantai. Upacara ini bertujuan untuk membersihkan semua prasarana yang biasa digunakan untuk sembayang yang disimpan di pura Desa setempat. Tokoh Hindu, Mangku Tadi mengatakan, jelang Nyepi, seluruh umat Hindu di Balun dan daerah lainnya melaksanakan Melasti yang dilakukan selama tiga hari atau dua hari sebelum pelaksana Catur Brata Penyepian yang dilaksanakan pada 28 Maret 2025.

“Melasti ini adalah pemebersihan alam semesta termasuk pembersihan diri, sebagai mahluk Tuhan, sehingga semua atribut yang ada di pura dibersihkan dengan membawa ke laut dengan tujuan untuk memohon kesucian kepada Dewa Baruna. Dari referensi yang ada, saat Melasti ini, umat Hindu membawa sarana dan pransarana suci yang bisa di simpan di pura setempat untuk dibersihkan di pantai terdekat. Setelah menggelar upacara Melasti di pantai, semua sarana tersebut di kembalilan ke pura.

Beberapa tahapan dalam ritual Nyepi adalah : upacara Melasti, Tawur Agung ke Sanga, Membuat- mengarak dan membakar Ogoh-ogoh, Catur Barata Nyepi dan Ngembak Geni. Dalam catatan media ini ritual itu berjalan lancar. Begitupun acara pawai Ogoh-ogoh yang sakral itupun menjadi hiburan dan tontonan menarik. Bupati Lamongan, H. Yuhrohnur Efendi yang hadir di sesi pembakaran Ogoh-ogoh, menyapa lautan massa yang hadir, khususnya warga Balun yang luar biasa dalam satu ikatan toleransi dan persaudaraan yang tinggi.

“Saya ucapkan selamat Hari Raya Nyepi Tahun 1947 Caka, maka di prosesi pawai dan moment sebelum pembakaran Ogoh-ogoh ini marilah kita bakar ke angkara murka-an dalam diri kita. Kita buang (bersihkan) sifat kemarahan, keangkuhan, kesombongan. Dan kita senantiasa tawadu’ pada Tuhan, karena segala kekuatan dan keselamatan manusia itu karena atas kuasa Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya. Di akhir sambutannya, Bupati Yes, juga berharap di kekuatan Nyepi ini Kabupaten Lamongan, dan khususnya desa Balun selalu diberi kedamaian, keberhasilan dalam pembangunan, mencapai kejayaan dan dihindarkan dalam bencana serta marabahaya. Red (FNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *