Pastikan Keselamatan Santri Terjamin, Pemkot Surabaya Gandeng ITS

Nasional106 Dilihat

Deteksipost.id, Surabaya — Berkomitmen membuat semua pondok pesantren (ponpes) di Surabaya layak huni, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya gandeng Institut Teknologi Sepluh Nopmber Surabaya (ITS) . Hal tersebut disampaikan Walikota Surabaya Eri cahyadi saat meninjau Pondok Pesantren Nikmatun Najiyah di Jalan Sidosermo, Surabaya, Senin 27 Oktober 2025.

Kunjungan itu menjadi bagian dari program kolaborasi Pemkot Surabaya dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk melakukan audit struktur dan pemantauan fisik terhadap seluruh ponpes di Surabaya. Total terdapat 1.100 ponpes yang terdata di Kementerian Agama (Kemenag).

“Semua pondok yang terdaftar di Kemenag sudah memiliki IMB lama. Tapi sekarang kami cocokkan kembali, apakah kondisi bangunan saat ini masih sesuai dengan IMB tersebut atau sudah berubah,” ujar Eri.

Tim ahli dari ITS bertugas meneliti kekuatan struktur bangunan, terutama pondok yang memiliki lebih dari satu lantai atau bangunan rumah yang difungsikan sebagai tempat mengaji.

Eri menambahkan, hasil audit akan menjadi dasar Pemkot Surabaya dalam penerbitan IMB terbaru. Jika ditemukan bangunan yang perlu diperkuat, pemerintah akan memberikan bantuan teknis dan material.

“Kalau hasil pengecekan aman, kita keluarkan IMB baru. Tapi kalau perlu penguatan, kita bantu juga,” tegasnya.

TenEri menyebut aka “Sejauh ini sudah 15 ponpes diperiksa dan semuanya dalam kondisi aman. Tapi kami tetap cocokkan dengan IMB lama agar data akurat,” jelasnya.

 

Melalui langkah ini, Pemkot Surabaya berharap keselamatan dan kenyamanan para santri dapat lebih terjamin.

“Ini upaya kami menjaga keamanan para santri dalam menuntut ilmu,” pungkas Eri.(red)

Ang biaya, akan dilakukan secara gotong-royong melalui APBD, dana wakaf, hingga kerja sama lintas instansi bersama DPRD dan Kemenag. Ia menargetkan proses audit struktur seluruh ponpes rampung pada akhir November 2025.

“Sejauh ini sudah 15 ponpes diperiksa dan semuanya dalam kondisi aman. Tapi kami tetap cocokkan dengan IMB lama agar data akurat,” jelasnya.

Pemkot Surabaya berharap keselamatan dan kenyamanan para santri dapat lebih terjamin dengan langkah ini.

“Ini upaya kami menjaga keamanan para santri dalam menuntut ilmu,” pungkas Eri.(red)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *