Dikaitkan dengan Seorang Ustad, Seorang Wanita Pengusaha Merasa Namanya Dicemarkan

Nasional, Peristiwa221 Dilihat

Deteksipost.id, Surabaya – Seorang wanita pengusaha asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, Raguan Ali Assegaf, kecewa. Dia mengecam keras pemberitaan sebuah media online di Jawa Timur yang mengaitkan dirinya dengan Ustadz Taufik Assegaf, seorang ulama berpengaruh di Pasuruan.

Bahkan, Raguan merasa dicemarkan nama baik dengan pemnberitaan tersebut. Dia membantah keras berita berita yang dishare oleh beberapa portal berita online, dan tayang pada 28 November 2025 dengan judul Korban Bertambah, Praktik Nikah ‘Rahasia’ Diduga Puluhan Tahun Berjalan di Pasuruan.

Berita itu dengan latar belakang foto pondok pesantren milik Ustadz Taufik Assegaf. Fitnah dan pencemaran nama baik ini tak hanya menyasar pada Taufik, tapi juga kepada dirinya.

Raguan menerangkan pemberitaan tersebut tanpa melalui konfirmasi dan verivikasi faktual. Baginya, ini jelas menyalahi kode etik jurnalistik, sekaligus tindak pidana pencemaran nama baik.

” Saya minta berita fitnah itu segera didrop ( ditake down) agar tidak menambah fitnah yang lebih luas,” ujar Raguan Assegaf.

Raguan melanjutkan, dirinya memang menjadi anggota dari organisasi Rabithah Alawiyah yang dipimpin oleh Ustadz Taufik Assegaf. Raguan dalam berita fitnah itu disebut dengan inisial R.

” Itu jelas memfitnah saya , dan saya tahu siapa pelaku pelaku yang telah mendzolimi Ustadz Taufik dan saya sebagai pribadi. Nama baik saya dicemarkan oleh pemberitaan tersebut,” jelas Raguan.

Menurutnya, kasus yang menyeret nama Ustadz Taufik berawal dari sepasang suami istri , yaitu Muhammad Soumi Assegaf dan Alawiyah Alhabsy, yang diketahui sebelumnya adalah asisten dari Ustadz Taufik. Raguan melanjutkan , saat ini, Alwiyah Alhabsy sudah lari ke Mesir dengan membawa uang milik kantor sekitar Rp 500 jutaan. Tindak pidana penipuan dan perbuatan curang ini telah dilaporkan kepada Polres Pasuruan.

Pasangan suami istri Soumi dan Alwiyah inilah yang menyebarkan berita fitnah dan pencemaran nama baik kepada Ustadz Taufik. Mereka telah menyebarkan berita berita fitnah dan dzolim itu kepada media – media online , tanpa konfirmasi dan verifikasi faktual, untuk mengetahui yang sebenarnya.

Secara rinci , Raguan menyebut nominal dana yang dilarikan oleh Alwiyah Alhabsy, yaitu Uang milyaran yang sudah di laporkan oleh anak ustad Taufiq memang baru 750 juta. Muhammad bin Abubakar Assegaf, pengusaha kayu terbesar di Pasuruan, menjadi korban USD 80 ribu. Kemudian, uang Masjid Segaf Rp 390 juta dan uang pondok autis Rp 100 juta.

”Uang Yayasan Rabithah Alawiyah 500 juta dan uang satu anak Ustad Taufiq bernama Abu Bakar Assegaf 750 juta ikut dibawa kabur, ” ucap Raguan.

Kini , karena berita berita itu telah tersebar luas , dan dirilis oleh banyak media online , Raguan berharap ada tindakan pelurusan berita dan konfirmasi dan klarifikasi dari yang dia berikan. (red)

 

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *